Pemerintah kembali membuka seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS/CASN) untuk pelamar umum. Izin prinsip kuota formasi CPNS/CASN baru yang diusulkan instansi pusat dan daerah sudah disahkan. Pendaf taran mulai dilakukan Juli. Dari jumlah total kuota yang ada, Kota Bogor belum mendapatkan jatah dari provinsi.
Menurut Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Kota Bogor Bambang Gunawan, jatah yang sudah ditentukan untuk para pegawai honorer sebanyak 145 .”Para tenaga honorer akan diangkat menjadi pegawai tetap pada tahun ini yang terdiri dari medis, paramedis dan guru,” jelas pria asal Ciamis itu.
BG sapaannya mengatakan, untuk jumlah umum (tenaga honorer) menjadi dua kategori.”Ya, pada kategori pertama sebanyak 72 dan sisanya sebanyak 1.015 sehingga jumlahnya sebanyak 1.087,” jelasnya.
Sementara itu, Kasubid Formasi dan Pengadaan Pegawai pada Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP), Nurchasanah menegaskan bahwa Kota Bogor belum mendapatkan jatah CPNS/CASN karena biaya belanja pegawai relatif stabil dibandingkan beberapa daerah lain.
Di mana, penerimaan CPNS/CASN dari umum hanya berlaku bagi daerah yang belanja pegawainya berada di bawah 50 persen. Sehingga untuk menutupi kebutuhan tenaga baru, perlu diadakan penambahan pegawai. “Alhamdulillah, Kota Bogor berada di angka 56 persen sehingga belum mendapatkan kuota CPNS/CASN dari umum,” ujarnya.
Dilanjutkannya, indikator yang menjadi acuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) adalah jumlah belanja pegawai dan umum seimbang. “Artinya, kesejahteraan PNS/ASN bisa sejalan dengan tidak lupa memperhatikan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Wanita yang akrab disapa Nur itu menjelaskan, pihaknya masih melakukan pendataan pegawai hingga batas waktu moratorium berakhir pada Desember tahun ini. Kebutuhan formasi akan selesai pada Juni dan hasilnya bisa diketahui berapa jumlah kebutuhan Kota Bogor terhadap tenaga baru.
“Hal ini diperlukan karena tahun ini saja ada lebih dari 500 PNS/ASN yang pensiun,” sebutnya.
“Untuk saat ini yang diutamakan baru tenaga honorer kategori 1 dan 2 yang tinggal sedikit lagi. Baru di tahun depan, kami siap menerima pegawai baru,” jelas Nur.
Dilanjutkan Nur, kebutuhan kuota PNS/ASN di masing-masing SKPD akan diketahui, mana yang masih kurang dan mana yang memiliki kelebihan. “Dalam waktu dekat akan diketahui berapa jumlah formasi yang dibutuhkan,” pungkasnya


















