Sindikat penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS/CASN) dibongkar jajaran Polres Kidiri Kota. Satu pelakunya, Kurniawan Prihartio (40) telah diperiksa intensif di Mapolres, Rabu (9/3) pagi tadi. Juga korbannya Kamidi (55), warga Jl Veteran Kota Kediri, yang pernah dijanjikan menjadi PNS/ASN, namun tak kunjung terealisasi.
Sebelumnya, juga diungkap dugaan penipuan masuk PNS/ASN dengan pelaku utamanya, Suwantah pegawai UPTD Kecamatan Kayen Kidul. Korban Kamidi mengaku pernah menyetor uang puluhan juta rupiah kepada pelaku agar anaknya dapat menjadi PNS/ASN di lingkungan Pemkot Kediri. “Ternyata saya ditipu. Uang sudah saya setor, anak saya tidak pernah menjadi PNS/ASN,” ujarnya.
Dari laporan korban, polisi melacak pria asli Madiun yang tinggal di Bukit Robi 8, Perumahan Golf Hijau Sentul, Cianti, Babakan, Bogor Jawa Barat. Kasubag Humas Polres Kediri Kota, AKP Surono, pihaknya telah memeriksa secara intensif tersangka. “Dari hasil pemeriksaan, ternyata korbannya tidak hanya seorang, tapi berkembang hingga delapan orang,” ujarnya.
Salah satu aksi pelaku bekerjasama dengan Setio Dwi Abdi (25), warga Desa Tugusari, Kecamatan Bonoworo, Kabumen, Jateng yang kini buron. Menurut Surono, pelaku Kurniawan terbilang jeli membidik sasarannya.
Dia memilih kawasan bergengsi untuk mendapatkan calon korbannya. Seperti di Kota Kediri , dia menjaring calon korbannya dengan mendatangi lapangan Badminton dan berhasil memperdaya Kamidi. Kurniawan dan Setio mampu mengondol uang korbannya sebesar Rp 486 juta.
Setelah uang dibayarkan, ternyata para korban tidak lolos tes CPNS/CASN 2009. Para korban masih percaya pelaku sebab akan diusahakan lagi dalam rekruitmen CPNS/CASN 2010. Namun hingga 2011, korban tidak mendapatkan titik terang dan anaknya belum juga masuk PNS/ASN. Kerana merasa jengkel, akhirya melapor ke Mapolres Kediri Kota


















